Sabtu, 31 Maret 2012

TEKNIK PENGELOLAHAN DIRI (SELF MANAGEMENT)


A.     Pengertian Self Management
Pengelolahan diri adalah prosedur dimana individu mengeatur prilakunya sendiri (Gantina 2011:180). Selanjutnya menurut Gie (1996:95) manajemen diri adalah dimana setelah seseorang menetapkan tujuan hidup bagi dirinya, ia harus mengatur dan mengelola dirinya sebaik-baiknya untuk membawanya ke arah tercapainya tujuan hidup dan itu juga segenap kegiatan dan langkah mengatur dan mengelola dirinya.

Menurut Cormier & Nurius, 2002; Watson & Tharp, 2001 dalam Richard Nelson Jones (2011:476) strategi self management adalah melibatakan membantu klien untuk mengamati perilakunya, menetapkan tujuan bagi dirinya sendiri, mengidentifikasi penguat yang cocok, merencanakan graded steps (langkah-langkah yang diberi nilai) untuk mencapai tujuannya, dan menetapkan kapan menerapkan konsekuensi.

Pada teknik ini individu terlibat pada beberapa atau keseluruhan komponen dasar, yaitu: menentukan perilaku sasaran, memonitor perilaku tersebu, memilih prosedur yang akan diterapkan, melaksanakan prosedur tersebut, dan mengevaluasi prosedur tersebut (sukadji, 1983, dalam Gantina)
Masalah-masalah yang dapat ditangani dengan teknik manajemen diri, diantaranya yaitu:
1.      Perilaku yang tidak berkaitan dengan orang lain tetapi mengganggu orang lain dan diri sendiri.
2.      Perilaku yang sering muncul tanpa diprediksi waktu kemunculannya, sehingga control dari orang lain menjadi kurang efektif. Seperti menghentikan merokok dan diet.
3.      Perilaku sasaran berbentuk verbal dan berkaitan dengan evaluasi diri dan control diri. Misalnya terlalu mengkritik diri sendiri
4.      Tanggung jawab atas perubahan atau pemeliharaan tingkah laku adalah  tanggung jawab konseli. Contoh konseli yang sedang menulis skripsi (Sukadji, 1983 dalam Gantina)

B.     Tujuan Teknik Self Management
Tujuan dari teknik pengelolahan diri yaitu Agar individu secara teliti dapat menempatkan diri dalam situasi-situasi yang menghambat tingkah laku yang mereka hendak hilangkan dan belajar untuk mencegah timbulnya perilaku atau masalah yang tidak dikehendaki. Dalam arti individu dapat mengelola pikiran, perasaan dan perbuatan mereka sehingga mendorong pada pengindraan terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan hal-hal yang baik dan benar.

C.     Manfaat Teknik Self Management
Manfaat dari pengeolahan diri, diantaranya yaitu:
1.      Membantu individu untuk dapat mengelola diri baik pikiran, perasaan dan perbuatan sehingga dapat berkembang secara optimal
2.      Dengan melibatkan individu secara aktif maka akan menimbulkan perasaan bebas dari kontrol orang lain
3.      Dengan meletakkan tanggung jawab perubahan sepenuhnya kepada individu maka dia akan menganggap bahwa perubahan yang terjadi karena usahanya sendiri dan lebih tahan lama
4.      Individu dapat semakin mampu untuk menjalani hidup yang diarahkan sendiri dan tidak tergantung lagi pada konselor untuk berurusan dengan masalah mereka

D.    Prosedur aplikasi
Dalam pelaksanaan teknik ini biasanya diikuti dengan pengaturan lingkungan untuk mempermudah terlaksananya pengelolahan diri.  Pengaturan lingkungan dapat berupa :
1.      Mengubah lingkunga fisik sehingga perilaku yang tidak dikehendaki sulit dan tidak mungkin terlaksana.
2.      Mengubah lingkungan social sehingga lingkungan social ikut mengontrol tingkah laku konseli.
3.      Mengubah lingkungan atau kebiasaan sehingga perilaku yang dikehendaki hanya dapat dilakukan pada waktu dan tempat tertntu saja (Sukadji, 1983 dalam Gantina)

E.     Tahap-Tahap Teknik Self Management
1.      Tahap monitor diri atau observasi diri
Konseli mengamati tingkah lakunya sendiri dengan sengaja serta emncatatnnya dengan teliti. Catatan ini dapat menggunakan daftar cek atau catatan observasi kualitatif. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh konseli dalam mencatat tingkah laku adalah frekuensi, intensitas, dan durasi tingkah laku.
2.      Tahap evaluasi diri
Konseli membandingkan catatan tingkah lakudengan target tingkah laku yagn di buat oleh konseli. Perbandingan ini di buat untuk mengevaluasi efektifitas dan efiensi program. Bila program tidak berhasil maka perlu ditinjau kembai program tersebut.
3.      Tahap pemberanian penguatan, penghapusan atau hukuman .
4.      Konseli mngatur dirinya memberikan penguatan, menghapus dan membrikan hukuman pada diri sendiri. Tahap ini merupakan tahap yangm paling sulit karena membutuhkan emauan yang kuat dari konseli untuk melaksanakan program yang telah dibuat secara kontinyu . (Sukadji, 1983 dalam Gantina)




DAFTAR PUSTAKA



Gie. 1996. Strategi Hidup Sukses. Yogyakarta: Liberty

Komalasari, Dantina. dan Eka Wahyuni. 2011. Teori Dan Teknik Konseling. Jakarta: Indeks.

Richard, Jones-Nelson. 2011. Teori dan Praktik Konseling Dan Terapi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nurma. 2010. Praktik Konseling Self Management. at http://nurma-bimbingankonselingmantuban.blogspot.com/2010/06/praktik-teknik-konseling-self.html diunduh pada tanggal 12 Desember 2011.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar