Jumat, 08 Juli 2011

. Pola Organisasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling


1. Pola Organisasi Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Manajemen Bimbingan dan Konseling agar bisa berjalan seperti yang diharapkan antara lain perlu didukung oleh adanya organisasi seperti yang jelas  dan teratur.  Organisasi yang demikian itu secara tegas mengatur kedudukan, tugas dan tanggung jawab para personil sekolah yang terlibat. Demikian pula, organisasi tersebut tergambar dalam struktur atau pola organisasi yang bervariasi yang tergantung pada keadaan dan karakteristik sekolah masing-masing.Sebagai contoh untuk sebuah sekolah yang jumlah siswanya sedikit dengan jumlah  guru yag terbatas maka pola organisasinya biasanya bersifat sederhana. Sebaliknya jika seseorang tersebut siswanya jumlah banyak dengan didukung oleh personil sekolah yang memadai diperlukan sebuah pola oraganisasi Bimbingan dan Konseling yang lebih kompleks.
Namun demikian pada umumnya pola organisasi Bimbingan dan Konseling yang dewasa ini banyak disarankan adalah seperti tampak pada gamabar  berikut ini :
GAMBAR POLA ORGANISASI BK DI SEKOLAH


















Keterangan :
a.       Unsur Kan Depdiknas, adalah personil yang bertugas melakukan pengawasan dan terhadap penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.  Dalam hal ini adalah pengawas sebagaimana di0maksud dalam petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah.
b.      Kepala sekolah (bersama Wakil Kepala Sekolah) adalah penanggung jawab pendidikan pada satuan pendidikan (SLTP, SMA, SMK) secara keseluruhan, termasuk penanggung jawab dalam membuat kebijaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling.
c.       Koordinator Bimbingan dan Konseling (bersama guru pembimbing/konselor sekolah) adalah pelaksanaan utama pelayanan bimbingan dan konseling.
d.      Guru (mata Pelajaran atau Praktik) adalah pelaksanaan pengajaran dan praktik atau latihan.
e.       Wali Kelas, adalah guru yang ditugasi secara khusus untuk mengurusi pembinaan dan adminitrasi (seperti nilai rapor, kenaikan kelas, kehadiran siswa) satu kalas tertentu.
f.        Siswa, adalah peserta didik yang menerima pelayanan pengajaran, praktik / latihan, dan  bimbingan di SLTP, SMA, dan SMK.
g.      Tata Usaha, adalah pembantu Kepala Sekolah dalam penyelenggara adminitrasi dan ketatausahaan.
h.      Komite Sekolah, adalah Organisasi yang terdiri dari unsure sekolah, orang tua dan tokoh masyarakat, yang berperan  membantu  penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan.

Sifat hubungan tersebu dapat di artikan secara variatif. Hubungan antara Unsur Kedepdiknas dengan kepala sekolah dan koordinator BK adalah hubungan adminitrasif. Hubungan antara koordinator BK dengan guru dan wali kelas adalah hubungan kerjasama sekaligus koordinatif bila di tinjau dari garis adminitrasi Kepala Sekolah ke bawah. Sedangkan hubungan koordinator BK (dan Guru Pembimbing / konselor Sekolah), Guru Mata Pelajaran, Wali Kelas dengan siswa adalah  hubungan layanan.

2.    Peranan Guru dalam Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Apabila dirinci ada beberapa peranan yang dapat dilakukan oleh seseorang ketika ia dominta bagian dalam penyelenggaraan program bimbingan dan konseling disekolah.
a.       Guru sebagai infomator
      Melalui peranan ini guru dapat menginformasikan beberapa hal tentang layanan bimbingan dan konseling, tujuan, fungsi dan manfaat bagi siswa.
b.       Guru sebagai fasilator
      Guru dapat berperan sebagai fasilator terutama ketika dilangsungkan layanan pembeljaran yang baik itu bersifat preventif ataupun kuratif. Dibandingkan guru pembimbing, guru lebih memahami tentang keterampilan belajar yang perlu dikuasai siswa pada mata pelajaran yang diajarkan
c.       Guru sebagai mediator
      Dalam kedudukan yang strategis, yakni berhadapan langsung dengan  siswa, guru berperan mediator antara siswa dengan guru pembimbing.
d.      Guru Sebagai motifator
      Dalam peranan ini, guru dapat berperan sebagi pemberi motivasi siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, sekaligus memberikan kesempatan pada siswa untuk memperoleh layanan konseling.
e.       Guru sebagai Kolabolator
      Sebagai mitra seprofesi yakni sama-sama sebagai tenaga pendidik sekolah, guru dapat berperan sebagi kolaborator konselor di sekolah.



3.Tugas dan Tanggung Jawab Personil Sekolah Dalam Program Bimbingan dan Konseling.
Dalam penyelengaraan program bimbingan dan knseling mau tidak mau akan melibatkan personil sekolah lainya agar lebih berperan sesuai dengan batas-batas kewenagan dan tanggung jawabnya.
  1. Kepala Sekolah
Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan disekolah , tugas kepala sekolah adalah :
1)             Menkoordinasikan seluruh kegiatan pendidikan
2)             Menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana yan di perlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling
3)             Memberkan kemudahan bagi terlaksananya program kegiatan bimbingan dan konseling
4)             Melakukan supervisi terhadap pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling
5)             Mengadakan kerjasama dengan instansi lain yan terkait dengan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling

  1. Wakil Kepala Sekolah
Wali kepala seolah bertugas membantu kepala sekolah dalam hal :
1)             Mengkoordinasikan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada semua persoil sekolah
2)             Melaksanakan kebijakan pimpnana sekolah terutama dalam hal pelaksanaan layanana bimbingan dan konseling
3)             Melaksanakan bimbingan dan konseling terhadap minimal 75 siswa, bagi wakil epala sekolah yang berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling

  1. Koordinator Guru Pembimbing (Konselor)
Tugas koordinator gurupembimbing adalah :
1)             Mengkoordinasikan para guru pembimbing (konselor) dalam :
¨       Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling
¨       Menyusun program
¨       Melaksanakan program
¨       Mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling
¨       Menilai program
¨       Mengadakan tindak lanjut
2)             Membuat usulan kepada kepala seklah dan mengusahakan terpenuhinya tenaga, sarana dan prasarana
3)             Mempertanggung jawabkan pelaksanaan program bimbingan dan konseling kepada kepala sekolah

  1. Guru Pembimbin (Konselor)
Guru pembimbing atau konselor bertugas :
1)      Memasyaratkan kegiatan bimbingan dan konseling
2)      Merencanakan program bimbingan dan konseling
3)      Melaksanakan persiapan kegiatan bimbingan dan konseling
4)      Melaksanakan layanan pada berbagai bidang bimbingan terhadap sejumlah siswa yang menjadi tanggung jawabnya
5)      Menganalisis hasil evaluasi

  1. Guru Mata Pelajaran
Guru Mata Pelajaran bertugas :
1)             Membantu memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa
2)             Ikut serta dalam program layanan bimbingan
3)             Mengalih tangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan

  1. Wali Kelas
Wali kelas bertugas :
1)             Membantu guru pembimbing melaksanakan layanan yang menjadi tanggung jawabnya
2)             Ikut serta dalam konsferensi kasus
3)             Memberikan informasi tentang siswa di kelas yang menjadi tanggung jawabnya untuk memperoleh layanan bimbingan.

  1. Staf Tata Usaha / Administrasi
Staf dan tata usaha adalah bertugas :
1)             Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling
2)             Membantu menyiapkan sarana yang di perlukan dalam layanan bimbingan dan konseling
3)             Membantu guru pembimbin dan koordinator daam mengadministrasikan seluruh kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah
4)             Membantu melengkapi dokuman tentang siswa seperti catatan komuatif siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar